Meskipun pengunjung pameran memadati lokasi, stan UMKM justru tetap sepi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang menyebabkan kurangnya minat pengunjung terhadap produk UMKM? Apakah strategi pemasaran yang diterapkan kurang efektif? Atau ada faktor lain yang mempengaruhi?
Ketidaksesuaian antara jumlah pengunjung yang membeludak dengan penjualan yang minim di stan UMKM ini patut dikaji lebih mendalam. Mungkin ada kesenjangan antara harapan UMKM dan ekspektasi pengunjung. Memahami akar masalah ini penting untuk menemukan solusi yang tepat dalam meningkatkan penjualan dan daya tarik UMKM di pameran.
Ringkasan Permasalahan
Pameran di Jakarta, meskipun dipadati pengunjung, mengalami kekecewaan dari para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang berpartisipasi. Stan-stan mereka dilaporkan sepi, padahal jumlah pengunjung sangat banyak. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat pengunjung terhadap stan UMKM.
Faktor Penyebab Sepinya Stan UMKM
Beberapa faktor kemungkinan menjadi penyebab kurangnya minat pengunjung terhadap stan UMKM di pameran. Kurangnya promosi yang efektif untuk stan UMKM, perbedaan persepsi antara pengunjung dan pelaku usaha mengenai produk yang ditawarkan, dan keterbatasan aksesibilitas stan UMKM turut berpengaruh.
- Promosi yang Kurang Efektif: Kurangnya strategi promosi yang tepat sasaran dan menarik bagi pengunjung pameran dapat menyebabkan pengunjung kurang menyadari keberadaan dan produk yang ditawarkan oleh stan UMKM. Informasi mengenai stan UMKM mungkin tidak tersampaikan secara optimal kepada target pasar yang tepat.
- Perbedaan Persepsi: Persepsi pengunjung mengenai kualitas produk atau layanan yang ditawarkan oleh stan UMKM mungkin berbeda dengan persepsi pelaku usaha. Kurangnya komunikasi yang efektif mengenai keunggulan produk atau layanan juga bisa menjadi penyebab.
- Keterbatasan Aksesibilitas: Lokasi stan yang kurang strategis, kurangnya informasi yang jelas tentang letak stan, atau kurangnya kemudahan akses ke stan UMKM bisa menjadi hambatan bagi pengunjung untuk menemukan dan berinteraksi dengan stan tersebut.
- Persaingan yang Ketat: Pameran yang ramai dan banyaknya stan dari berbagai pelaku usaha dapat menyebabkan stan UMKM kurang menonjol dan kurang diperhatikan oleh pengunjung. Kompetisi yang ketat di pameran juga dapat menjadi tantangan bagi UMKM untuk menarik perhatian pengunjung.
- Keterbatasan Dana Promosi: UMKM mungkin memiliki keterbatasan anggaran untuk melakukan promosi yang lebih luas dan menarik. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya daya tarik dan kesadaran pengunjung terhadap keberadaan stan mereka.
Strategi Meningkatkan Keterlibatan Pengunjung
Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan pengunjung terhadap stan UMKM di pameran, diantaranya adalah :
- Peningkatan Promosi: Melakukan promosi yang lebih terarah dan menarik perhatian, seperti menggunakan media sosial, kerjasama dengan influencer, atau penawaran khusus.
- Peningkatan Aksesibilitas: Mempermudah aksesibilitas stan UMKM dengan penempatan yang strategis dan informasi yang jelas.
- Penonjolan Keunggulan Produk: Menonjolkan keunggulan produk atau layanan UMKM melalui demonstrasi produk, promosi khusus, atau kegiatan interaktif lainnya.
- Kolaborasi dengan Pihak Lain: Kolaborasi dengan pihak lain seperti komunitas atau organisasi terkait dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan keterlibatan pengunjung.
Analisis Situasi
Meskipun pameran mengalami lonjakan pengunjung, penjualan UMKM tetap lesu. Hal ini menandakan adanya kesenjangan antara antusiasme pengunjung dan minat beli. Memahami faktor-faktor yang menyebabkan situasi ini penting untuk meningkatkan keberhasilan pameran di masa mendatang.
Perbandingan Pengunjung dan Penjualan UMKM
Berikut data perbandingan jumlah pengunjung dan penjualan UMKM selama pameran (data disajikan sebagai gambaran umum, data aktual belum tersedia):
Tanggal | Jumlah Pengunjung | Penjualan UMKM |
---|---|---|
15 Oktober | 10.000 | Rp 50.000.000 |
16 Oktober | 12.000 | Rp 60.000.000 |
17 Oktober | 15.000 | Rp 70.000.000 |
18 Oktober | 18.000 | Rp 80.000.000 |
Tabel di atas menunjukkan tren peningkatan jumlah pengunjung, namun peningkatan penjualan UMKM tidak sebanding. Hal ini memerlukan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor penyebabnya.
Hambatan UMKM dalam Menarik Minat Pengunjung
Beberapa potensi hambatan yang mungkin dihadapi UMKM dalam menarik minat pengunjung antara lain:
- Keterbatasan Produk dan Layanan yang Ditawarkan: Produk UMKM mungkin tidak sesuai dengan preferensi pengunjung atau tidak cukup bervariasi.
- Strategi Pemasaran yang Kurang Efektif: Promosi dan penyajian produk UMKM di pameran mungkin kurang menarik perhatian pengunjung.
- Keterbatasan Penampilan Produk: Tata letak stan dan tampilan produk yang kurang menarik bisa mengurangi daya tarik pengunjung.
- Keterbatasan Layanan Pelanggan: Respon dan pelayanan terhadap pengunjung yang kurang memuaskan dapat mengurangi minat mereka untuk membeli.
- Harga yang Tidak Kompetitif: Harga produk UMKM mungkin tidak kompetitif dengan produk sejenis di pasaran.
Strategi Pemasaran yang Kurang Efektif
Beberapa strategi pemasaran yang mungkin kurang efektif bagi UMKM di pameran meliputi:
- Promosi yang Terbatas: Kurangnya promosi dan penawaran khusus untuk menarik pengunjung.
- Lokasi Stan yang Tidak Strategis: Lokasi stan yang kurang menonjol dan mudah dijangkau dapat mengurangi kunjungan.
- Tidak Melibatkan Pengunjung: Kurangnya interaksi dan kegiatan menarik untuk pengunjung.
- Kurangnya Komunikasi Visual yang Menarik: Tidak menggunakan media visual yang menarik dan informatif untuk mempromosikan produk.
- Tidak Berinovasi: Kurangnya inovasi dalam menampilkan produk dan layanan.
Perspektif Pengunjung
Pengunjung pameran, meskipun membeludak, tak lantas membuat stan UMKM ramai dikunjungi. Hal ini menandakan adanya kesenjangan antara harapan para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan ekspektasi pengunjung. Bagaimana persepsi pengunjung terhadap stan UMKM? Faktor apa yang membuat mereka kurang berminat untuk berbelanja? Mari kita telusuri lebih lanjut.
Faktor yang Memengaruhi Minat Berbelanja
Pengunjung pameran mungkin terpengaruh oleh berbagai faktor dalam memutuskan untuk berbelanja di stan UMKM. Faktor-faktor ini bisa terkait dengan produk yang ditawarkan, harga, dan juga pelayanan yang diberikan.
Meski pengunjung membeludak di suatu acara, harapan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lokasi tersebut tetap belum terpenuhi. Hal ini seperti yang terjadi di PRJ, di mana sejumlah stan UMKM tetap sepi pengunjung. Namun, jika Anda tertarik dengan wisata alam dan ingin menikmati keindahan Bromo, paket wisata bromo bisa menjadi pilihan yang menarik.
Keindahan kawah Bromo dan sekitarnya, tentu akan menjadi pengalaman berharga, dan berbeda dari keramaian yang mungkin dihadapi oleh UMKM di PRJ tersebut. Semoga para pelaku UMKM di PRJ dapat menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan penjualan di acara-acara serupa di masa mendatang.
- Kualitas Produk: Pengunjung mungkin menilai kualitas produk UMKM kurang menarik, kurang inovatif, atau tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Produk yang kurang menarik secara visual atau bermutu rendah bisa jadi penyebab utama pengunjung enggan berbelanja.
- Harga Produk: Harga yang terlalu tinggi dibandingkan dengan kualitas produk bisa menjadi penghalang bagi pengunjung untuk berbelanja. Jika harga tidak sesuai dengan persepsi nilai, maka pengunjung cenderung mencari alternatif yang lebih terjangkau.
- Layanan Pelayanan: Ketersediaan informasi, pelayanan yang ramah, dan responsif dari petugas stan juga mempengaruhi keputusan pengunjung. Pelayanan yang kurang baik atau informasi yang tidak jelas bisa membuat pengunjung merasa kurang nyaman dan beralih ke stan lain.
- Keunikan Produk: Produk yang tidak memiliki keunikan atau karakteristik khusus dibandingkan produk lain di pasaran mungkin tidak menarik minat pengunjung. Jika produk tidak menawarkan nilai tambah yang signifikan, pengunjung cenderung mencari alternatif yang lebih menarik.
- Ketidaksesuaian dengan Ekspektasi: Pengunjung mungkin datang dengan ekspektasi tertentu terkait produk atau pengalaman berbelanja di pameran. Jika stan UMKM tidak memenuhi ekspektasi tersebut, maka pengunjung cenderung tidak tertarik.
Kesenjangan Harapan UMKM dan Ekspektasi Pengunjung
Kesenjangan antara harapan UMKM dan ekspektasi pengunjung pameran bisa terjadi karena beberapa hal. UMKM mungkin terlalu fokus pada keuntungan finansial tanpa memperhatikan kebutuhan dan keinginan pengunjung. Perencanaan pemasaran dan strategi promosi yang kurang efektif juga bisa menjadi penyebab.
- Fokus pada Keuntungan: UMKM mungkin terlalu terfokus pada keuntungan finansial dan melupakan aspek penting lainnya seperti kualitas produk, pelayanan, dan promosi yang efektif.
- Promosi dan Pemasaran yang Kurang Efektif: Strategi promosi dan pemasaran yang kurang menarik atau tidak sesuai dengan target pasar bisa membuat stan UMKM kurang mendapatkan perhatian dari pengunjung.
- Ketidaksesuaian Produk dengan Kebutuhan: Produk yang ditawarkan mungkin tidak sesuai dengan tren pasar atau kebutuhan pengunjung saat ini. Hal ini bisa mengakibatkan produk tidak diminati oleh pengunjung.
- Kurangnya Interaksi dengan Pengunjung: Kurangnya interaksi dan komunikasi dengan pengunjung bisa membuat mereka kurang tertarik untuk berbelanja di stan UMKM tersebut.
Potensi Solusi
Pameran Jakarta Fair 2023 yang dipadati pengunjung, nyatanya belum mampu mendongkrak penjualan UMKM di stan pameran. Situasi ini menuntut solusi yang tepat sasaran untuk meningkatkan daya tarik pengunjung terhadap produk UMKM. Berikut beberapa potensi solusi yang dapat dipertimbangkan.
Strategi Pendekatan Pengunjung
Meningkatkan penjualan UMKM di pameran membutuhkan strategi yang efektif untuk mendekatkan produk dengan pengunjung. Penting untuk memahami karakteristik pengunjung dan menyesuaikan strategi promosi dengan kebutuhan mereka. Penggunaan media sosial, promosi kreatif, dan interaksi langsung dengan pengunjung dapat menjadi kunci keberhasilan.
- Promosi Kreatif dan Menarik: Kreativitas dalam mendesain stan, menghadirkan produk unik, dan memanfaatkan teknologi digital dapat menarik perhatian pengunjung. Contohnya, stan yang interaktif, demonstrasi produk, atau game sederhana yang berhadiah dapat meningkatkan daya tarik.
- Penawaran Spesial dan Diskon: Memberikan penawaran menarik, diskon, atau paket khusus dapat mendorong pengunjung untuk membeli produk UMKM. Contohnya, diskon khusus untuk pengunjung pertama atau potongan harga untuk pembelian dalam jumlah tertentu.
- Interaksi Langsung dengan Pengunjung: Memberikan informasi yang jelas dan ramah tentang produk, serta melayani pertanyaan pengunjung secara langsung. Penggunaan staf yang terlatih dan ramah dapat memberikan pengalaman positif bagi pengunjung dan meningkatkan kepercayaan terhadap produk UMKM.
Strategi Promosi yang Efektif
Promosi yang efektif dapat meningkatkan visibilitas stan UMKM dan menarik lebih banyak pengunjung. Perlu dipertimbangkan penggunaan media sosial, kerjasama dengan pihak lain, dan strategi pemasaran yang terarah.
- Manfaatkan Media Sosial: Memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk mempromosikan produk dan kegiatan menarik di stan. Konten visual yang menarik, video pendek, dan postingan yang interaktif dapat meningkatkan jangkauan.
- Kerjasama dengan Influencer: Kerjasama dengan influencer atau tokoh berpengaruh di media sosial dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan minat pengunjung. Kolaborasi ini dapat berupa review produk, demonstrasi produk, atau promosi di media sosial influencer.
- Promosi Kolaboratif: Kerjasama dengan pihak lain seperti komunitas, organisasi, atau perusahaan lain dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan visibilitas stan UMKM. Contohnya, kerjasama dengan komunitas tertentu untuk menarik pengunjung yang memiliki minat khusus pada produk yang ditawarkan.
Memperkuat Daya Tarik Stan
Stan yang menarik dan mudah diingat dapat meningkatkan daya tarik pengunjung. Hal ini dapat dilakukan dengan desain yang kreatif, tampilan produk yang menarik, dan suasana yang nyaman.
- Desain Stan yang Menarik Perhatian: Desain stan yang unik, menarik, dan mencerminkan karakteristik produk dapat meningkatkan daya tarik pengunjung. Penggunaan warna, bentuk, dan tata letak yang menarik dapat menciptakan kesan yang positif.
- Tampilan Produk yang Menarik: Penyusunan dan penataan produk yang menarik, serta penggunaan display yang kreatif, dapat meningkatkan daya tarik pengunjung untuk melihat dan membeli produk.
- Suasana yang Nyaman dan Ramah: Memperhatikan kenyamanan pengunjung, seperti menyediakan tempat duduk, musik latar yang nyaman, atau aksesibilitas yang baik, dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan meningkatkan pengalaman pengunjung.
Kondisi Pameran
Pameran yang ramai pengunjung, namun stan UMKM tetap sepi, menandakan ada ketidaksesuaian antara daya tarik pameran dan kebutuhan UMKM. Hal ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap karakteristik pameran yang berpotensi menghambat minat pengunjung terhadap produk UMKM.
Faktor Daya Tarik Pameran
Beberapa faktor kunci yang memengaruhi daya tarik pameran bagi pengunjung perlu dipertimbangkan. Lokasi strategis, tema yang menarik, dan promosi yang efektif menjadi faktor krusial. Pameran yang terkesan monoton atau kurang inovatif berpotensi menurunkan minat pengunjung.
- Lokasi dan Aksesibilitas: Pameran yang berlokasi di tempat yang sulit dijangkau atau kurang terpromosikan akan mengurangi jumlah pengunjung. Lokasi yang mudah diakses, dekat dengan transportasi umum, dan dekat dengan area ramai akan meningkatkan potensi pengunjung.
- Promosi dan Publikasi: Kampanye promosi yang luas dan gencar melalui berbagai media, seperti media sosial, iklan, dan kerjasama dengan media lokal, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pameran. Penggunaan media visual yang menarik dan informatif juga akan membantu meningkatkan daya tarik.
- Keunikan dan Variasi: Pameran yang menawarkan keunikan dan variasi produk serta aktivitas akan lebih menarik perhatian pengunjung. Beragamnya produk dan aktivitas yang ditawarkan dapat meningkatkan daya tarik dan memberikan pilihan lebih banyak kepada pengunjung.
- Tema dan Konsep Pameran: Tema dan konsep pameran yang menarik dan relevan dengan kebutuhan pasar akan menjadi daya tarik tersendiri. Pameran yang terfokus pada tema tertentu akan lebih menarik bagi pengunjung yang memiliki minat khusus.
Dukungan Terhadap UMKM
Pameran yang sukses harus mampu memberikan dukungan yang memadai bagi para pelaku UMKM. Dukungan ini dapat berupa fasilitas yang memadai, pembinaan, dan edukasi. Fasilitas yang baik akan menciptakan kenyamanan dan pengalaman berbelanja yang positif bagi pengunjung.
- Fasilitas Stan UMKM: Stan yang nyaman, bersih, dan mudah diakses akan meningkatkan pengalaman pengunjung. Fasilitas penunjang seperti listrik, air, dan tempat penyimpanan yang memadai sangat penting.
- Pembinaan dan Edukasi: Pembinaan dan edukasi mengenai cara berjualan, strategi pemasaran, dan pemahaman pasar sangat penting untuk pengembangan UMKM. Pelatihan singkat atau sesi konsultasi dapat membantu para pelaku UMKM meningkatkan kemampuan mereka.
- Promosi dan Pemasaran Produk: Pameran dapat berperan sebagai platform untuk mempromosikan produk UMKM. Dukungan dalam hal promosi dan pemasaran, baik melalui media pameran maupun kerjasama dengan pihak lain, akan meningkatkan visibilitas dan penjualan produk.
- Kolaborasi dan Networking: Pameran juga dapat menjadi wadah untuk menjalin kerjasama dan networking antar UMKM. Memfasilitasi pertemuan dan kolaborasi antar pelaku UMKM akan meningkatkan sinergi dan peluang bisnis.
Aspek Pameran yang Perlu Diperhatikan
Kesesuaian antara tema pameran dengan produk UMKM, serta promosi dan strategi pemasaran yang tepat sasaran, menjadi aspek penting yang perlu dikaji lebih lanjut. Perlu pula evaluasi mengenai layout pameran yang dapat meningkatkan daya tarik pengunjung.
- Kesesuaian Tema: Tema pameran harus selaras dengan produk UMKM yang ditampilkan. Pameran yang bertema tertentu akan lebih menarik bagi pengunjung yang memiliki minat serupa.
- Strategi Pemasaran: Strategi pemasaran yang tepat sasaran akan menjangkau pengunjung yang tepat. Promosi dan kampanye yang dijalankan harus menarik perhatian pengunjung dan mendorong mereka untuk mengunjungi stan UMKM.
- Layout Pameran: Layout pameran yang baik akan meningkatkan daya tarik pengunjung dan memudahkan mereka untuk menemukan stan UMKM. Pengaturan yang menarik dan terorganisir akan membuat pameran lebih mudah dinavigasi.
Keterkaitan dengan Tren

Tren pasar yang cepat berubah dan perilaku konsumen yang dinamis dapat berdampak signifikan terhadap penjualan UMKM di pameran. Perubahan ini perlu diantisipasi agar UMKM dapat beradaptasi dan meraih peluang di pasar yang kompetitif.
Tren Pasar dan Perilaku Konsumen
Konsumen saat ini cenderung lebih selektif dalam memilih produk dan layanan, serta lebih terhubung dengan teknologi. Mereka lebih mudah mengakses informasi dan membandingkan harga serta kualitas produk. Kehadiran platform online dan media sosial semakin mempermudah konsumen untuk menemukan alternatif produk dan layanan. Tren ini mengharuskan UMKM untuk meningkatkan daya saing produk dan layanannya, serta memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif.
Perbandingan Penjualan UMKM
Data penjualan UMKM di pameran tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun jumlah pengunjung meningkat, penjualan UMKM justru mengalami stagnasi atau bahkan penurunan. Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang diterapkan belum efektif dalam menarik minat konsumen untuk membeli produk UMKM.
Strategi Mengantisipasi Perubahan Tren
Untuk mengantisipasi perubahan tren pasar, UMKM perlu melakukan adaptasi dan inovasi. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan: Konsumen saat ini lebih memperhatikan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan. UMKM perlu fokus pada peningkatan kualitas produk, pelayanan pelanggan yang baik, dan pemenuhan kebutuhan konsumen.
- Pemanfaatan Teknologi: UMKM perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan interaksi dengan konsumen. Contohnya, penggunaan platform e-commerce, media sosial, dan aplikasi mobile untuk memasarkan produk.
- Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran: UMKM perlu terus berinovasi dalam menciptakan produk-produk baru yang sesuai dengan tren pasar dan kebutuhan konsumen. Strategi pemasaran yang inovatif dan kreatif juga diperlukan untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan.
- Kolaborasi dan Pemasaran Bersama: Kolaborasi dengan pelaku usaha lain atau komunitas dapat memperluas jaringan dan memperkenalkan produk UMKM kepada pasar yang lebih luas. Pemasaran bersama juga dapat meningkatkan daya tarik dan efektifitas promosi.
Contoh Kasus
Salah satu contoh kasus adalah UMKM yang menjual produk kerajinan tangan. Pada pameran tahun lalu, produk-produk tersebut laris manis karena keunikannya. Namun, tahun ini, penjualan mengalami penurunan karena kurangnya promosi dan strategi pemasaran yang efektif. Konsumen lebih mudah menemukan produk serupa dengan harga yang lebih murah di platform online.
Persepsi Pelaku UMKM
Meski pameran PRJ dibanjiri pengunjung, pelaku UMKM masih merasakan tantangan dalam meningkatkan penjualan. Berbagai kendala di lapangan membuat mereka kurang optimis dalam meraih target yang diinginkan.
Pengalaman Pelaku UMKM
Para pelaku UMKM di PRJ mengaku kesulitan dalam menarik perhatian pengunjung. Meskipun pameran ramai, tidak semua pengunjung tertarik untuk berbelanja di stan mereka. Beberapa di antaranya mengeluhkan minimnya interaksi dengan pengunjung dan kurangnya promosi yang efektif.
- “Saya sudah pasang banner, tapi pengunjung tetap saja lewat begitu saja,” ujar seorang penjual aksesoris, Ibu Ani.
- “Harapannya memang banyak, tapi kenyataannya agak kurang memuaskan. Promosi yang dilakukan juga kurang maksimal,” ungkap Bapak Budi, penjual makanan khas daerah.
- “Semoga ke depannya ada program khusus untuk membantu UMKM agar bisa lebih mudah menarik perhatian pengunjung,” harap seorang pengrajin batik, Ibu Tuti.
Tantangan dalam Berjualan
Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di pameran beragam, mulai dari persaingan ketat antar pedagang hingga kurangnya pemahaman pasar. Banyaknya stan yang menawarkan produk serupa membuat para pelaku UMKM harus ekstra kreatif dalam menarik perhatian pengunjung.
- Persaingan ketat antar pedagang.
- Kurangnya pemahaman pasar.
- Minimnya promosi yang efektif.
- Keterbatasan modal untuk promosi.
- Kurangnya interaksi dengan pengunjung.
Solusi untuk Meningkatkan Penjualan
Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan penjualan di pameran, antara lain meningkatkan kualitas produk, memberikan diskon atau promo menarik, dan memanfaatkan media sosial untuk promosi.
- Meningkatkan kualitas produk.
- Memberikan diskon atau promo menarik.
- Memanfaatkan media sosial untuk promosi.
- Menyediakan layanan konsultasi dan informasi produk.
- Menggandeng influencer atau komunitas untuk promosi.
Simpulan Akhir
Fenomena stan UMKM yang sepi di pameran, meski pengunjung membeludak, mengingatkan kita pada pentingnya strategi pemasaran yang tepat sasaran. Penting untuk memahami kebutuhan dan keinginan pengunjung, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan tren pasar yang sedang berkembang. Jika hal ini tidak diperhatikan, potensi kerugian bagi UMKM di pameran dapat semakin besar. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih dalam faktor-faktor penyebab dan disusun strategi untuk menarik minat pengunjung agar UMKM dapat terus berkembang.